Awal bulan Tahun 2010 ini sedang ramai dan hangat-hangatnya masalah pembobolan dana nasabah dari beberapa bank yang korbannya mencapai puluhan orang (mungkin akan terus bertambah saya harap tidak) dengan kerugian sampai milyaran rupiah.
Sebagian besar dana nasabah yang menjadi korban bobol datanya dari mesin ATM alias Anjungan tunai mandiri yang banyak menjamur melalui alat bernama skimmer. Tapi untuk manyarakat luar tentu awal dengan nama alat skimmer ini meskipun di luar negeri alat ini sudah lama disalah gunakan para orang yang tidak bertanggung jawab untuk merekam data kartu ATM.
SKIMMER  Skimmer adalah alat untuk mencopy data kartu ATM yang terekam di pita magnetik yang ada di belakang kartu ATM, bentuk skimmer bermacam-macam tergantung bentuk Mesin ATM sasaranya dan skimmer di tempatkan tepat di depan mulut tempat Kartu ATM dimasukan ke Mesin ATM. Bentuk skimmer disesuaikan dengan bentuk mulut tempat kartu ATM dimasukan dan sebisa mungin tidak mencurigai pemakai ATM sehingga bentuk Skimmer bermacam-macam. Karena bentuknya bermacam-macam biasanya skimmer ada yang dibuat sendiri dengan merangkai berbagai perangkat elektronik bahkan ada skimmer yang dirangkai dari bagian MP4 player sebagai tepat menyimpan datanya. KAMERA PENGITAI   Selain Skimmer ada perangkat tambahan lain yaitu kamera untuk mengintai tombol agar bila ada kartu yang di copy skimmer bisa diketahui data pinnya. Bentuk dan penempatan kamera pengitai ini juga bermacam-macam tapi intinya kamera ini kecil dan disembunyikan dengan baik dan cukup dekat dengan tombol di mesin ATM agar jelas gambarnya dan kamera pengitai ini dapat dibeli atau merangkai dari perangkat elektronik yang sudah ada. Selain dengan kamera pengitai ada cara lain mencuri PIN kartu ATM yaitu dengan papan tombol palsu yang ditempatkan diatas papan tombol yang asli, diluar negeri ini pernah terjadi tapi kurang tahu kalau di kita. Papan Tombol Palsu MSR Setelah data kartu ATM dari skimmer di esktrak menggunakan software khusus data- data kartu ATM di kumpulkan di sebuah komputer lalu dimasukan ke kartu kosong yang bentuknya mirip dengan kartu asli dan di isi datanya dengan pelantara alat bernama MSR (Magnetic Card Device) yang sebenarnya MSR (Magnetic Card Device)ini adalah alat yang legal dan dapat dibeli dengan bebas karena bisa digunakan untuk membuat kartu khusus membership atau kartu absensi karyawan. Setelah data dimasukan ke kartu asli tapi palsu (datanya asli kartunya palsu) maka kartu aspal ini siap digunakan untuk menguras uang dari rekening korbannya dengan nomor PIN yang sudah di ketahui dari kamera pengintai. ANTI SKIMMER Sebenarnya ada cara untuk mencegah agar skimmer tidak bisa dipasang di mesin ATM yaitu dengan memasang alat tambahan bernama anti skimmer yang di tempatkan di mulut tempat kartu di masukan di mesin ATM. Beberapa Bank di Indonesia sebenarnya sudah memasang alat anti skimmer ini meskipun belum seluruh mesin ATM dipasang alat ini. Bentuk alat anti skimmer seperti paruh bebek biasanya terbuat dari plastic bening berwarna hijau dan dilatakan di mulut tempat kartu dimasukan. Pemasangan alat ini tentu akan mempersulit pemasangan Skimmer sehingga mesin ATM lebih aman. Alat Anti skimmer ini seharunya menjadi prioritas bagi pihak bank untuk dipasang di tiap mesin ATM sebab pemasangan anti skimmer dirasa perlu bila kartu ATM masih menggunakan model pita bermagnetik seperti sekarang terkecuali bank akan segera mengganti semua kartu ATM (kartu Debit dan Kredit) dengan model ber-chip. KARTU ATM BERCHIP Kartu ATM berchip adalah solusi total untuk mencegah terjadinya pencuraian data nasabah di mesin ATM dengan alat skimmer, karena dengan kartu ATM berchip alat skimmer tidal lagi berfungsi. Di Kartu ATM berchip data pemilik kartu di simpan didalam chip. Bentuk chipnya sendiri seperti chip di kartu telepon atau chip untuk telepon selurer. Sebenarnya Bank Indonesia sudah lama menganjurkan tiap Bank untuk mengganti Kartu ATM bermagnetik yang banyak digunakan sekarang dengan kartu ATM berchip, sayangnya Bank yang ada di Indonesia lamban dalam mengganti Kartu ATM ini hanya beberapa Bank yang mulai mengeluarkan kartu ATM berchip itu pun belum menyeluruh. Lambanya Bank mengganti kartu ATM berchip ini karena pembuatan dan pengantian dengan kartu ATM berchip ini membutuhkan dana yang besar dan penambahan alat di Mesin ATM atau bahkan mengganti mesin ATM agar dapat membaca kartu ATM berchip. KESIMPULANTerjadinya pembobolan dana nasabah dari beberapa bank di Indonesia bisa terjadi karena beberapa faktor diantaranya Mesin ATM yang tersebar belum seluruhnya di pasang alat Anti Skimmer juga lambatnya Bank mengimplementasikan kartu ATM berchip dan kurangnya pengetahuan Nasabah akan tindakan kejahan perbanknan khususnya tidakan kejahan pada kartu ATM sehingga Nasabah perlu diberi penjelasan cara aman menggunakan kartu ATM yang baik juga pihak bank dapat melindungi dan menjamin bahwa jaringan ATM yang ada sudah aman digunakan. SEMOGA MEMBANTU.Labels: informasi, Keamanan, review |